GURU KIMIA SMA ADZKIA LOLOS SELEKSI SAINS EDUCATION AWARD

Indonesia Toray Sains Fondation Foto by risetdikti.go.id

ADZKIA – Mata pelajaran Kimia bukanlah mata pelajaran favorit bagi sebagian siswa. Bukan hanya soal hitung menghitung rumus yang kadang menjadi momok bagi siswa, namun juga rumit dan membosankannya istilah-istilah dalam mata pelajaran Kimia.

Meski begitu, hal ini bukanlah sebuah masalah bagi ustazah Meliyani. Guru mata pelajaran Kimia SMA Adzkia ini tak hentinya mencari berbagai inovasi dan strategi pembelajaran kreatif untuk membuat mata pelajaran yang diampunya menjadi menarik dan menyenangkan. “Sebenarnya ini merupakan tantangan bagi saya selaku guru mata pelajaran, yaitu bagaimana membuat siswa agar bisa memahami materi yang saya ajarkan, dengan lebih mudah, dan bagaimana agar pemikiran siswa akan mata pelajaran Kimia yang biasanya rumit, jadi lebih mudah, dengan penggambaran yang tentunya mudah,” ungkap Ustazah Meli, Senin (14/10).

Usaha Ustazah Meli pun bersambut. Indonesian Toray Sains Fondation (ITSF), sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengembangan ilmu pendidikan sains baru-baru ini kembali mengadakan sebuah lomba bertajuk Sains Edication Award. Ajang ini diadakan untuk memberikan penghargaan agar guru-guru dengan mata pelajaran sains termotivasi untuk terus melakukan inovasi pembelajaran, baik berupa strategi pembelajaran, maupun pengembangan media pembelajaran.

Ajang ini pun disambut Ustazah Meli dengan antusias. Menurutnya, jarang sekali  ada penghargaan bagi guru yang memiliki inovasi dalam membuat media pembelajaran. “Awalnya saya hanya coba-coba, karena saya suka berinovasi dan membuat media pembelajaran yang niatnya ingin mempermudah siswa dalam belajar Kimia. Untuk tahun ini saya mengikutsertakan inovasi dalam pembelajaran materi Teori Sifat Koligatif bagian Penurunan Titik Beku,” tutur Ustazah Meli.

Ia pun membuat cara agar teori ini dapat diterima siswa dengan mudah, yaitu dengan praktik membuat Es Mambo tanpa Kulkas. Melalui praktik sederhana tersebut, dikatakan Ustazah Meli, siswa diharapkan dapat menganalisis penurunan titik beku larutan yang teradi ketika es batu dicampur dengan NaCl atau garam. Laporannya juga nanti mencakup berapa lama waktu yang diperlukan agar cairan yang berupa larutan susu (Es Mambo) dapat membeku.

Diungkapkan Ustazah Meli, dari 120 proposal yang masuk seleksi pertama / seleksi administrasi, terpilihlah 15 proposal yang bisa mengikuti seleksi kedua. “Alhamdulillah kemarin dapat kabar kalau lolos seleksi kedua. Tinggal wawancara nanti di bulan November mendatang. Melalui hasil wawancara ini akan terpilih 10 orang pemenang, dari seluruh Indonesia. Mohon doanya agar diberikan kemudahan dalam wawancara, dan bisa terus istiqomah dalam membuat inovasi strategi pembelajaran yang dapat mempermudah siswa belajar,” pungkasnya. (HumAdz)

 

Add comment


Security code
Refresh

SMA ADZKIA ISLAMIC SCHOOL

JL.Sukamulya V no 1, Rt. 01/09 Serua indah - Ciputat, Kota Tangerang Selatan 15414 Telp. (021)74638050 hp/WA : 08111840415