ADZKIA – Meski identik dengan melimpahnya berbagai olahan masakan dari sapi atau kambing, bagi siswa Adzkia Islamic School Pesantren Daarut Tauhiid, Hari Raya Idul Adha bukan semata soal daging.  Sekolah yang notabene 80 persen kuota siswanya merupakan siswa program beasiswa ini, ajarkan peserta didik untuk dapat belajar ikhlas melalui momentum Idul Adha.

“Kita ajak siswa untuk bersedekah setiap hari, selama 15 hari penuh, dan hasil dari sedekah mereka ini akan dibelikan hewan kurban. Pembelajaran ikhlasnya didapat darimana? Ya dari sedekah atau infaq yang mereka keluarkan setiap harinya,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA Adzkia, Ustazah Rina Nurutami, Ahad (11/8).Foto by M Rifai

Para siswa yang kebanyakan merupakan siswa dari kalangan kurang mampu ini dituturkan Rina harus ikhlas dan merelakan uang saku mereka yang jumlahnya kadang tak besar. “Lebaran Idul Adha 1440 H ini, Alhamdulillah uang yang terkumpul dari siswa SMA Adzkia cukup untuk membeli 1 ekor Kambing.” Tutur Ustazah Rina. Meski begitu, siswa Adzkia ini tak berkecil hati. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Daarut Tauhiid Peduli menjadikan lingkungan sekolah Adzkia sebagai pusat pemotongan hewan qurban bagi Muqorib yang berkurban melalui program Qurban Peduli Negeri 2019, untuk kawasan Jakarta.

 

ADZKIA – Sabtu (3/8) kemarin mungkin menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMA Adzkia Pesantren Daarut Tauhiid. 30 menit menjelang waktu Dzuhur tiba, raungan sirene terdengar memekakkan telinga.

Ratusan siswa pun tampak berhamburan keluar sambil berlarian dari tiga bangunan gedung Asrama Pesantren. Mereka menuju lapangan yang sebelumnya sudah disepakati sebagai assembly point atau titik kumpul, jika bencana gempa terjadi. “Hari ini Alhamdulillah siswa SMP-SMA Adzkia dapat memiliki kesempatan melakukan simulasi untuk bencana gempa,” ujar Kepala SMA Adzkia, Ustaz Irwan Gunawan, Sabtu (3/8).

Menurut Ustaz Irwan, pelaksanaan simulasi mitigasi bencana yang bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Tangerang Selatan ini dirasa penting dilakukan untuk mengurangi resiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana. “Mitigasi bencana ini kita laksanakan dalam dua tahap. Tahap satu, kita lakukan terlebih dahulu penyadaran Guru dan Tenaga Kependidikan terkait pentingnya mitigasi bencana, yang Alhamdulillah sudah dilaksanakan Jumat (2/8) kemarin. Tahap dua, kita laksanakan hari ini, dengan simulasi yang langsung melibatkan siswa,” kata Ustaz Irwan.

 

ADZKIA – Lolos dalam Lomba Nasyid ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kota Tangerang Selatan tidak membuat SMA Adzkia Daarut Tauhiid berpuas diri. Setelah sebulan ‘istirahat’, empat pentolan Tim Nasyid Shoutun Najah kini mulai kembali mempersiapkan diri untuk panggung yang lebih besar.

“Sebenarnya anggota Tim Shoutun Najah ada enam orang, namun karena dari Petunjuk Teknis tingkat Provinsi hanya memperbolehkan empat orang tim Nasyid saja yang akan pentas, maka akhirnya kita pilih empat orang,” ujar Pembina Tim Nasyid Shoutun Najah, Ustazah Rina Nurutami, Senin (22/7). Menurut Ustazah Rina, Tim yang terdiri dari M. Daffa Dhiya Ulhaq, Kiki Wildan, Fariz Alfaizi, Rizal Maulana ini kini mulai berlatih secara intensif.

 

ADZKIA – Gempa Magnitudo 5,2 SR yang mengguncang kawasan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Ahad (28/7) pekan lalu cukup menjadi perhatian Tim Manajemen SMA Adzkia. Meski berada jauh dari pusat gempa, guncangan yang terasa di kawasan lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid cukup membuat panik santri yang berada di Asrama.

“Gempa pekan lalu memang menjadi dasar bagi kita untuk mengadakan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana bagi seluruh civitas SMA Adzkia,” ujar Kepala SMA Adzkia, Ustaz Irwan Gunawan, Jumat (2/8). Menurut Ustaz Irwan, sosialisasi dan pemahaman mitigasi bencana ini sangat perlu diadakan untuk meminimalisir resiko terjadinya bencana. Terlebih lagi, beberapa tahun mendatang gedung yang berada di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid dituturkan Ustaz Irwan sudah di setting menjadi bangunan 4 lantai.

Sosialisasi yang dilaksanakan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan ini pun cukup membuat antusias Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMA Adzkia. Musyrifah SMA Adzkia, Ustazah Siti Rusmini Hamdie menuturkan, gempa yang terjadi pekan lalu memang cukup membuat panik ia dan tim musyrifah lain. “Kita para musyrifah berada di lantai 4, dan guncangan yang terjadi lumayan terasa. Jadi sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana, khususnya bencana gempa seperti ini saya rasa sangat diperlukan bagi kami. Apalagi, usai santri sekolah, mereka berada di bawah pengawasan kami sepenuhnya,” ucap Ustazah Siti.

ADZKIA – “Siapa kita, Santri Daarut Tauhiid! Siapa kita, Santri Daarut Tauhiid!” Teriakan kompak dan penuh semangat ini berasal dari 45 siswa SMA Adzkia Daarut Tauhiid yang mengikuti kegiatan Masa Taaruf Santri Baru (Mataba), Senin (8/7) pekan lalu.

Mengusung tema Adzkia Generasi Milenial, Bertauhiid, Berkarakter, dan Peduli Lingkungan, kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan selama enam hari, Ahad- Jumat (7-12/7). “Kegiatan tiga hari pertama, kita rangkum dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah, sementara tiga hari selanjutnya kita rangkum dalam kegiatan Diklat Karakter Baku yang dilaksanakan di Gunung Bunder, Bogor,” ujar Ketua Mataba 2019 SMA Adzkia, Ustaz Tedi Kodin, Senin (15/7).

Ada tujuan yang berbeda dari pelaksanaan Mataba Indoor dan Outdoor. Menurut Ustaz Tedi, di kegiatan MPLS, siswa lebih banyak diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, struktur dan visi misi sekolah, serta kebiasaan maupun budaya yang ada di sekolah. “Sementara untuk kegiatan Outdoor, fokusnya ada pada pembentukan karakter baik dan kuat. Penekanan karakter baik ada pada prinsip Ikhlas, Jujur dan Tawadhu, dan karakter kuat ada para Berani, disiplin dan Tangguh,”tuturnya.

SMA ADZKIA ISLAMIC SCHOOL

JL.Sukamulya V no 1, Rt. 01/09 Serua indah - Ciputat, Kota Tangerang Selatan 15414 Telp. (021)74638050 hp/WA : 08111840415