HINDARI GROGI SAAT UN, SISWA ADZKIA DIBERI MOTIVASI

Print

ADZKIA – Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari. Sebagai salah satu amunisi dan persiapan yang dilakukan, Jumat (15/3) kemarin, siswa SMP-SMA Adzkia Daarut Tauhiid mendapatkan pelatihan motivasi untuk meningkatkan kepercayaan diri saat menghadapi UN yang akan dilaksanakan 9 -12 April untuk SMA dan 16-20 April mendatang untuk SMP.

Pelatihan motivasi yang diselenggarakan tim Daarut Tauhiid Peduli (DTP) ini cukup disambut antusias oleh Siswa siswa kelas IX dan kelas XII SMP-SMA Adzkia. Hal ini terbukti tak tampak wajah-wajah mengantuk yang ditunjukkan para siswa saat Pemateri, Ustaz Joni Susanto memberikan berbagai tips dan trik sukses serta percaya diri dalam menghadapi UN. “Buat goal setting yang jelas, pahami buku panduan akademik, kenali karakter belajar, dan buat rencana sukses akademik,” ujar Ustaz Joni.

Tidak hanya sekedar memberikan motivasi agar sukses menghadapi UN, Pria yang sehari-harinya menjabat sebagai Kepala Cabang Daarut Tauhiid Peduli Cipaku, Jakarta, ini juga memberikan kiat agar siswa bisa sukses dan berhasil dalam hidup. “Beberapa alasan orang sering gagal diantaranya tidak memiliki tujuan hidup, tidak pernah mencatat tujuan hidup, tidak bertanggungjawab atas tindakannya, dan banyak rencana tapi tidak ada tindakan,” katanya.

Contoh perilaku diatas diungkapkan Ustaz Joni dapat membuat seseorang tidak memiliki keyakinan untuk sukses, dan bisa menyebabkan seseorang malas, sehingga ujungnya tidak dapat mencapai kesuksesan. Pria kelahiran Lampung ini juga menekankan agar siswa belajar untuk mengatur sebaik mungkin, sehingga memiliki manajemen waktu yang kuat.

“Salah satu motto saya, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Motto ini juga harus dimiliki oleh siswa agar bisa lebih disiplin dalam menggunakan waktu yang ada, seperti belajar, selalu ingat dan fokus pada impian,”kata Ustaz Joni.

Selain berbagi motto, Ustaz Joni juga memperingatkan siswa agar tidak menyia-nyiakan peluang yang ada, karena seringkali peluang tidak datang untuk kedua kalinya. “Jemput, raih, dan syukuri. Kegagalan sejati itu adalah jika kita menyerah sebelum mencoba,”pungkasnya menambahkan. (HumAdz, AIS)