ADZKIA - Masa Pandemi Covid-19 yang belum usai ternyata tak menyurutkan langkah Pengurus Yayasan Daarut Tauhiid untuk menyelesaikan pembangunan Masjid di Pesantren Daarut Tauhiid Serua. Meski pembangunan sempat terhenti karena kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diterapkan, namun hal tersebut tak membuat target waktu penyelesaian pembangunan Masjid bernama Al Hadi tersebut mundur.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al hadi Daarut Tauhiid Serua, Ustaz Lukman Hakim menuturkan, saat ini progress pembangunan Masjid DT Serua tahap I telah mencapai 38,31% sejak masuk tahap pengeboran bored pile Maret lalu. “Alhamdulillah kita laksanakan setiap hari proses pembangunannya, dan untuk target sendiri ada deviasi 5,97% lebih cepat dari target awal meski sempat berhenti pengerjaannya saat awal kebijakan PPKM diterapkan,” ujar Ustaz Lukman, Selasa (24/8).

 


ADZKIA – SMA Adzkia Daarut Tauhiid kembali menggelar Ujian Tahfidz. Agenda yang diadakan setiap tiga bulan sekali ini bertujuan memperkuat dan menguji hafalan seluruh santri SMA Adzkia kelas X, XI, dan XII.

“Alhamdulillah Ujian Tahfidz yang dilaksanakan saat ini diikuti seluruh siswa, sejumlah 151 orang, dan sudah dimulai sejak Ahad (7/3) pekan lalu, melalui aplikasi google meeting, video call whatsap, atau sarana lain yang memungkinkan bagi santri,”  ujar Ustaz Akmal Jumara, Wakil Kepala SMA Adzkia Bidang Kepengasuhan, Senin (15/3). Menurut Ustaz yang akrab disapa Abah Akmal tersebut, pelaksanaan Ujian Tahfidz yang dilaksanakan setiap hari Ahad, mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.30 ini, diikuti sebanyak 51 orang dalam setiap pekannya.

ADZKIA – Bagaimana caranya agar mudah untuk mengingat hafalan, dan tidak mudah melupakan ayat yang telah dihafal. Kalimat tersebut bisa dikatakan kerap menjadi pertanyaan para penghafal Al-Qur'an atau Hafidz Hafidzah.

Banyak orang yang ingin dapat menghafal ayat demi ayat Kalamullah dengan segera, dan jika bisa, terus mengingat apa yang telah dihafal. Meski begitu, menurut Ustaz Deden Muhammad Makhyaruddin justru sebaliknya. Pengasuh dan Pendiri Pondok Pesantren Tahfidhil Quran Al-Mustaqimiyyah ini menuturkan jika penghafal yang hebat justru adalah orang yang orang yang tidak tergesa-gesa dalam menghafal.

ADZKIA – Mewabahnya Pandemi Covid-19 di Indonesia seyogyanya tidak hanya membawa kepahitan bagi masyarakat Indonesia. Di balik banyaknya masalah yang timbul sebagai efek dari adanya pandemi Covid-19, tak dipungkiri, jika sebenarnya ada hal-hal yang patut disyukuri sebagai nikmat dari Allah.

Jika sebelum pandemi quality time yang terjalin dalam keluarga hanya sekedarnya, maka sekarang kebijakan School From Home atau Belajar Dari Rumah (BDR) bisa membuat orang tua memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan buah hati. Meski begitu, tak banyak pula orang tua yang merasa terbebani, susah, dan pelik, ketika anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, dibandingkan dengan masa sebelum pandemi, dimana beberapa tugas seperti mengajari anak ilmu akademik maupun mengaji misalnya, data dilegasikan kepada Guru di Sekolah.

Hal ini tentunya sangat disayangkan jika orang tua sampai menganggap buah hati sebagai beban. Melalui momen puncak kegiatan Milad Adzkia Islamic School ke-15 yang digelar secara daring pekan lalu, Ustaz Salim A. Fillah memberikan beberapa amalan yang dapat dilakukan agar bisa menjadi orang tua hebat dalam mendidik anak ala Rasulullah SAW.

  1. Memanjatkan Doa dan Memohon Penjagaan Allah

            Hal utama yang disarankan oleh Ustaz Salim A. Fillah untuk dilakukan, saat ingin menjadi orang tua yang baik adalah memanjatkan doa serta tidak putus dalam memohon penjagaan Allah untuk anak-anak kita. “Kita tidak bisa mengawasi dan membimbing mereka 24 jam sehari, namun Allah bisa. Kita tidak tahu apa yang ada dalam pikiran, prasangka, dan khayalan yang ada dalam diri mereka, namun Allah Tahu. Kita tidak tahu apa yang direncanakan anak-anak kita tiga hari kedepan, atau bahkan sepekan kemudian, tapi Allah Tahu. Untuk itu kita mohon pada Allah SWT untuk menganugerahkan pada kita anak-anak yang dapat menjadi qurrota a’yun (penyejuk jiwa),” tutur Ustaz Salim.

            Menurut Penggiat Masjid Jogokariyan Yogyakarta ini, doa agar anak-anak dapat menjadi qurrota a’yun sejatinya merupakan bentuk cinta yang lebih besar dari cinta itu sendiri. Dengan senantiasa memanjatkan doa yang tak putus kepada Allah, Ustaz Salim mengungkapkan jika sebagai orang tua kita telah menunjukkan bukti cinta kepada buah hati. “Doa adalah sebaik-baik penjaga, bahkan ketika kita tidak dapat menjaga dan menjangkau mereka,” ujarnya.

Page 1 of 23

SMA ADZKIA ISLAMIC SCHOOL

JL.Sukamulya V no 1, Rt. 01/09 Serua indah - Ciputat, Kota Tangerang Selatan 15414 Telp. (021)74638050 hp/WA : 08111840415