ADZKIA Organisasi Pramuka SMA Adzkia Daarut Tauhiid kembali melantik tamu ambalan calon tingkat penegak, Jumat (23/8). Mengusung tema ‘Setia Siap Sedia’, 47 siswa yang terdiri dari 45 siswa kelas X, dan 2 siswa kelas XI ini pun resmi menjadi anggota Ambalan Pramuka Gugus Depan Teuku Umar-Cut Nyak Dien 01.137-01.138.

 “Kegiatan ini berlangsung hanya satu hari, dimulai sejak Jumat Sore hingga pukul 10 malam,” tutur Pembina Pramuka SMA Adzkia, Ustazah Santi Puspasari, Senin (26/8). Menurut Ustazah Santi, pelantikan tamu ambalan ini sebenarnya lebih seperti ucapan selamat datang kepada anggota Pramuka SMA Adzkia yang berada di kelas X. “Jika di Sekolah kita ada Masa Ta’aruf Santri Baru (Mataba), pelantikan ini kurang lebih berupa ucapan selamat datang di dalam Organisasi Pramuka,” katanya menjelaskan.

ADZKIA – Vakum menyumbang prestasi sejak libur lebaran Idul Adha kemarin, siswa SMA Adzkia Daarut Tauhiid kembali memberikan kabar gembira bagi almamaternya. Tak hanya ingin unggul dalam prestasi akademik, kepramukaan, seni dan olahraga, sekolah binaan KH Abdullah Gymnastiar ini juga mencoba untuk unggul dalam bidang kesehatan.

“Alhamdulillah kita berhasil lolos untuk seleksi Jumbara III PMR (Palang Merah Remaja) tahap II, tingkat kota Tangerang Selatan. Dari SMA Adzkia kita mengirimkan dua kontingen dari kelas XI, yaitu Sadin Yusuf Ardhika dan Laila Rahayu,” ujar Pembina Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) SMA Adzkia, Ustazah Siti Rusmini, Selasa (13/8). Jumbara sendiri dijelaskan Ustazah Siti merupakan singkatan dari Jumpa Bhakti Gembira. “Kalau Pramuka kan punya Jambore, sebagai ajang kumpul anggotanya. Nah, di PMR, kita punya Jumbara,” jelasnya.

 

ADZKIA – Sabtu (3/8) kemarin mungkin menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMA Adzkia Pesantren Daarut Tauhiid. 30 menit menjelang waktu Dzuhur tiba, raungan sirene terdengar memekakkan telinga.

Ratusan siswa pun tampak berhamburan keluar sambil berlarian dari tiga bangunan gedung Asrama Pesantren. Mereka menuju lapangan yang sebelumnya sudah disepakati sebagai assembly point atau titik kumpul, jika bencana gempa terjadi. “Hari ini Alhamdulillah siswa SMP-SMA Adzkia dapat memiliki kesempatan melakukan simulasi untuk bencana gempa,” ujar Kepala SMA Adzkia, Ustaz Irwan Gunawan, Sabtu (3/8).

Menurut Ustaz Irwan, pelaksanaan simulasi mitigasi bencana yang bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Tangerang Selatan ini dirasa penting dilakukan untuk mengurangi resiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana. “Mitigasi bencana ini kita laksanakan dalam dua tahap. Tahap satu, kita lakukan terlebih dahulu penyadaran Guru dan Tenaga Kependidikan terkait pentingnya mitigasi bencana, yang Alhamdulillah sudah dilaksanakan Jumat (2/8) kemarin. Tahap dua, kita laksanakan hari ini, dengan simulasi yang langsung melibatkan siswa,” kata Ustaz Irwan.

ADZKIA – Meski identik dengan melimpahnya berbagai olahan masakan dari sapi atau kambing, bagi siswa Adzkia Islamic School Pesantren Daarut Tauhiid, Hari Raya Idul Adha bukan semata soal daging.  Sekolah yang notabene 80 persen kuota siswanya merupakan siswa program beasiswa ini, ajarkan peserta didik untuk dapat belajar ikhlas melalui momentum Idul Adha.

“Kita ajak siswa untuk bersedekah setiap hari, selama 15 hari penuh, dan hasil dari sedekah mereka ini akan dibelikan hewan kurban. Pembelajaran ikhlasnya didapat darimana? Ya dari sedekah atau infaq yang mereka keluarkan setiap harinya,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA Adzkia, Ustazah Rina Nurutami, Ahad (11/8).Foto by M Rifai

Para siswa yang kebanyakan merupakan siswa dari kalangan kurang mampu ini dituturkan Rina harus ikhlas dan merelakan uang saku mereka yang jumlahnya kadang tak besar. “Lebaran Idul Adha 1440 H ini, Alhamdulillah uang yang terkumpul dari siswa SMA Adzkia cukup untuk membeli 1 ekor Kambing.” Tutur Ustazah Rina. Meski begitu, siswa Adzkia ini tak berkecil hati. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Daarut Tauhiid Peduli menjadikan lingkungan sekolah Adzkia sebagai pusat pemotongan hewan qurban bagi Muqorib yang berkurban melalui program Qurban Peduli Negeri 2019, untuk kawasan Jakarta.

 

ADZKIA – Gempa Magnitudo 5,2 SR yang mengguncang kawasan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Ahad (28/7) pekan lalu cukup menjadi perhatian Tim Manajemen SMA Adzkia. Meski berada jauh dari pusat gempa, guncangan yang terasa di kawasan lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid cukup membuat panik santri yang berada di Asrama.

“Gempa pekan lalu memang menjadi dasar bagi kita untuk mengadakan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana bagi seluruh civitas SMA Adzkia,” ujar Kepala SMA Adzkia, Ustaz Irwan Gunawan, Jumat (2/8). Menurut Ustaz Irwan, sosialisasi dan pemahaman mitigasi bencana ini sangat perlu diadakan untuk meminimalisir resiko terjadinya bencana. Terlebih lagi, beberapa tahun mendatang gedung yang berada di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid dituturkan Ustaz Irwan sudah di setting menjadi bangunan 4 lantai.

Sosialisasi yang dilaksanakan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan ini pun cukup membuat antusias Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMA Adzkia. Musyrifah SMA Adzkia, Ustazah Siti Rusmini Hamdie menuturkan, gempa yang terjadi pekan lalu memang cukup membuat panik ia dan tim musyrifah lain. “Kita para musyrifah berada di lantai 4, dan guncangan yang terjadi lumayan terasa. Jadi sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana, khususnya bencana gempa seperti ini saya rasa sangat diperlukan bagi kami. Apalagi, usai santri sekolah, mereka berada di bawah pengawasan kami sepenuhnya,” ucap Ustazah Siti.

SMA ADZKIA ISLAMIC SCHOOL

JL.Sukamulya V no 1, Rt. 01/09 Serua indah - Ciputat, Kota Tangerang Selatan 15414 Telp. (021)74638050 hp/WA : 08111840415