SMA ADZKIA GELAR MATABA DARING

Tak dapat bertatap muka secara langsung sebagai dampak dari Pandemi Covid membuat manajemen SMA Adzkia memutuskan untuk menggelar Masa Taaruf Santri Baru (Mataba) Tahun Ajaran 2020/2021 secara daring. Sama seperti jumlah siswa yang diwisuda Juni kemarin, kuota peserta didik baru yang diterima tahun ini pun sejumlah 58 siswa.

Meskipun belum dapat bertatap muka langsung dan belajar seperti biasa dalam kondisi normal, Kepala SMA Adzkia Islamic School, Ustaz Irwan meyakinkan para siswa agar tak perlu khawatir, dan terus bersemangat mengikuti semua program yang telah dicanangkan oleh sekolah. “Tidak perlu risau, dan ingat rumus dua Pa, yaitu Patuh dan Pasrah. Jalani kondisi seperti ini dengan penuh gembira, dan penuh rasa syukur. Yakinlah jika ini semua adalah takdir terbaik yang Allah berikan, dan harus dijalani dengan penuh rasa syukur,” ujar Ustaz Irwan, Senin (13/7).

Mengusung tema ‘Membentuk Pribadi Berkarakter, Cerdas dan Mandiri’, kegiatan rutin tahunan ini direncanakan akan berlangsung selama lima hari, Senin-Jumat (13-17/7) mendatang. Siswa yang bergabung menjadi keluarga besar SMA Adzkia di tahun ini pun dapat dikatakan beragam, dan berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, diantaranya Palembang, Lampung, Garut, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Banten, Depok, Priangan Timur, Jakarta, Bekasi, Bogor, Karawang, Sukabumi, Lubuk Linggau, Batam, Semarang, Kuningan, dan Bandung.

“Alhamdulillah setidaknya ada 19 cabang Daarut Tauhiid Peduli (DTP) dari berbagai kota di Indonesia yang merekomendasikan siswanya,” ujar Ketua Mataba 2020 SMA Adzkia, Ustazah Rina Nurutami. Meski berbeda dari tahun kemarin dimana kegiatan Mataba terbagi menjadi indoor dan outdoor, perempuan yang sehari-harinya juga mengampu Bimbingan Konseling ini mengungkapkan jika materi yang diberikan kepada siswa dalam rentang lima hari ini tetaplah sama.

“Kita tetap masukkan materi-materi terkait pembentukan karakter BAKU (Baik dan Kuat) yang penekanannya untuk karakter Baik ada pada prinsip Ikhlas, Jujur, dan Tawadhu, serta untuk karakter Kuat, ada pada Berani, Disiplin dan Tangguh,” tuturnya. Sementara untuk pengenalan lingkungan sekolah, yang biasanya menjadi materi untuk Mataba Indoor, diungkapkan Ustazah Rina diinformasikan melalui video-video maupun link youtube. “Intinya kita lebih maksimalkan pada teknologi daring, seperti video, dan penggunaan aplikasi pertemuan daring.”

Menurut Ustazah Rina, meski saat ini kegiatan fisik tidak terlalu ditekankan seperti Mataba di tahun-tahun sebelumnya, pihak manajemen tetap merencanakan untuk melaksanakan diklat (pendidikan dan latihan) lanjutan. “Bagi siswa yang penasaran dengan berbagai kegiatan outdoor, seperti yang dilaksanakan tahun lalu, tenang saja, nanti begitu sudah bisa tatap muka, akan ada kegiatan seperti halang rintang, Pelatihan Baris Berbaris (PBB) oleh TNI. Akan ada juga kegiatan Solo Bivoac, karena bagaimanapun SMA Adzkia akan dijadikan Sekolah Kader dan membutuhkan siswa yang kuat, baik secara tauhiid, fisik dan mental, serta berani,” ungkap Ustazah Rna sembari tertawa.

Meski dilaksanakan secara daring, kegiatan Mataba yang hingga Selasa (14/7) ini sudah berlangsung selama dua hari tetap memiliki kesan di hati peserta didik baru. Muhammad Haykal, siswa dari Garut mengungkapkan jika dirinya merasa senang dapat bergabung dengan keluarga besar SMA Adzkia. “Meski butuh perjuangan sekali, saya merasa senang dapat bergabung menjadi keluarga besar Pesantren Daarut Tauhiid,” ujar Haykal. Dari seluruh materi yang diberikan selama dua hari ini, Haykal mengungkapkan jika materi Pengenalan Tahsin / Tahfidz dari Abah Akmal Jumara merupakan yang paling berkesan.

“Metodenya mudah dipahami, dan bisa langsung dipraktekkan langsung. Saya bisa coba metode Abah Akmal sedikit demi sedikit. Alhamdulillah, walaupun hanya satu ayat. Motivasi dari Ustaz Ustazah juga membuat saya termotivasi untuk menjadi muslim yang lebih baik lagi,” ungkapnya. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan oleh Ustaz Irwan terkait pelaksanaan Mataba, dimana menurut alumnus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini, Mataba memang merupakan proses awal pendidikan para santri dalam mengenal budaya dan lingkungan.

“Harapannya kegiatan ini dapat menjadi titik awal perubahan dari diri santri. Mulai memiliki rasa kepekaan diri baik peka terhadap lingkungan sekitar maupun peka terhadap sesama . Mudah-mudahan bisa jadi santri yang berkarakter baku (baik dan kuat)” ujar Kepala SMA Adzkia Daarut Tauhiid, Ustaz Irwan. (HumAdz)

Add comment


Security code
Refresh

SMA ADZKIA ISLAMIC SCHOOL

JL.Sukamulya V no 1, Rt. 01/09 Serua indah - Ciputat, Kota Tangerang Selatan 15414 Telp. (021)74638050 hp/WA : 08111840415