ANTISIPASI VIRUS CORONA, JANGAN SALAH PAKAI MASKER!

Foto : Ilustrasi Penggunaan Masker oleh Siswa SMA Adzkia

ADZKIA – Isu Virus Corona masih terus bergulir. Sejak marak dibicarakan akhir Desember 2019 lalu, virus berbentuk mahkota ini dianulir masih terus tersebar di masyarakat, khususnya kawasan Asia.

Meski begitu, ada banyak cara yang sebenarnya dapat dilakukan sebagai tindak pencegahan penularan virus ini. Selain menjaga kekebalan tubuh dengan memperbanyak asupan berbagai vitamin serta makanan bergizi, menggunakan masker juga dapat mencegah penularan virus. “Masker bedah sudah cukup efektif untuk melindungi diri dari berbagai mikroorganisme. Tidak perlu menggunakan masker N95 untuk orang awam,” ujar Erike Anggraini Suwarsono, saat penyuluhan pencegahan Virus Corona di Adzkia Islamic School, Pesantren Daarut Tauhiid Serua, Kamis (5/3).

Spesialis Mikrobiologi Klinik Rumah Sakit Sari Asih Ciputat ini menuturkan, masker bedah yang banyak dijual di pasaran tersebut sudah dapat memproteksi diri agar virus tidak terhirup melalui hidung, asal digunakan dengan benar. “Masker N95, digunakan oleh tenaga medis yang merawat pasien. Selain itu penggunaannya cukup sesak, bisa kekurangan oksigen kalau digunakan lama-lama,” kata Erike.

Masker bedah yang biasanya memiliki lapisan putih dan hijau ini diungkapkan Erike, proteksinya sudah cukup maksimal, asalkan cara penggunaannya juga benar, yaitu bagian putih berada di dalam, berhadapan dengan wajah. “Jangan terbalik. Perhatikan juga logam yang ada di dalam masker, karena logam ini dibuat untuk menyesuaikan dengan hidung. Bagian kakunya harus di paskan di hidung, karena jika tidak seperti ini, fungsi masker akan berkurang.”

Tidak hanya itu, dalam mengikat tali masker juga harus diperhatikan, yaitu berada di atas telinga, dan pastikan pas dengan hidung. Erike juga menganjurkan agar tidak membuka tutup masker saat digunakan, karena hal tersebut akan mengurangi fungsi masker, dan mempermudah penyebaran virus bagi pengguna masker yang sedang sakit. Kelayakan masker bedah / masker medis, diutarakan Erike bertahan selama enam jam.

Erike juga mengomentari video penggunaan masker yang banyak beredar di media sosial, bagi pengguna yang sedang sakit dan sehat.  “Penggunaan Masker yang katanya jika sakit, lapisan putih di dalam, dan jika sehat, lapisan hijau di dalam berhadapan wajah, itu hoax. Harapannya masyarakat dapat bijak menggunakan sosial media, dan hanya merujuk pada sumber-sumber yang benar, agar tidak salah kaprah,” tutur dokter yang juga dosen di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini.

Selain menjelaskan cara penggunaan masker yang baik dan benar, Erike juga menekankan jika hanya yang sakit saja yang sebaiknya menggunakan masker, untuk mencegah kelangkaan dan meroketnya harga masker. “Sebaiknya yang sakit saja yang pakai masker, yang sehat tidak usah. Cukup jaga kesehatan dengan makan makanan bergizi, minum Vitamin, dan olahraga sebagai pencegahan. Bukan yang sehat malah borong masker di supermarket sampai harga masker mahal,”pungkasnya. (HumAdz)

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh

SMA ADZKIA ISLAMIC SCHOOL

JL.Sukamulya V no 1, Rt. 01/09 Serua indah - Ciputat, Kota Tangerang Selatan 15414 Telp. (021)74638050 hp/WA : 08111840415