Apel Pagi Kelas X - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SMA Adzkia Islamic School
Sosialisasi Hari Wajib Berbahasa Inggris dan Aran oleh tim Pengembangan Bahasa
Agenda Kegiatan Senam Kesegaran Jasmani
Kegiatan Musyawarah Anggota Organisasi
Siswa Baru Akhwat Kelas X, usai Apel Pagi
Siswa Baru Ikhwan Kelas X, usai Apel Pagi
Ahlan wa Sahlan, Selamat Datang, Siswa Baru Kelas X SMA Adzkia Daarut Tauhiid
Agenda Rutin di Hari Jumat, Senam Kesegaran Jasmani
Persiapan Diklat Luar Ruang di Bandung, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
Apel Pagi Siswa Kelas X SMA Adzkia Daarut Tauhiid

PESANTREN ONLINE ? SIAPA TAKUT

Ketuk palu sudah dilakukan, mas mentri dan jajarannya juga sudah memutuskan, bahwa tahun ajaran baru ini akan tetap menerapkan BDR (Belajar Dari Rumah) selama satu semester ke depan. Bahkan Departemen Agama yang menjadi payung bagi sekolah madrasah dan pesantren di seluruh Indonesia juga sudah memiliki protokol yang sangat ketat bagi pesantren yang ingin membuka lembaga pendidikannya. Bagi lembaga pendidikan yang masih berada di kawasan zona merah maka tidak punya pilihan selain tetap melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Apalagi bagi sekolah boarding ataupun pesantren yang biasanya peserta didiknya berasal dari berbagai wilayah yang berbeda-beda, bahkan berbeda pulau dan Negara. Tentu saja hal ini menjadi pertimbangan yang sangat serius, mengumpulkan banyak orang dari berbagai daerah dalam satu tempat, tentu saja mejadi keputusan yang tidak bijak, karena bisa menjadi sumber penularan virus covid-19 yang saat ini di Indonesia grafiknya belum menurun. Bahkan belum lama ini ada berita sebuah pesantren di Tangerang, kedapatan pengajarnya terkena positif covid-19, tentu hal ini menjadi pembalajaran penting bagi kami yang berada di lingkungan pesantren.

                                                                         

Seperti yang dilaksanakan di SMA Adzkia Islamic School, SMA swasta yang juga sekaligus pesantren di daerah Tangerang Selatan dimana kegiatannya tidak hanya belajar kurikulum dinas, tapi juga mengadakan kegiatan pesantren yang cukup padat, seperti kegiatan kajian ilmu, halaqoh, tahfidz quran, muhadharoh, kajian kitab, kegiatan ibadah wajib dan sunah dan lain sebagainya. Ketika itu kami sedang berada di minggu kedua bulan maret yang merupakan minggu ujian tengah semester bagi siswa kelas 10 dan 11, serta ujian sekolah bagi siswa kelas 12. Saat itu juga 3 minggu menjelang UNBK bagi seluruh siswa SMA kelas 12 di seluruh Indonesia, sekaligus merupakan minggu pertama dan kedua virus covid-19 masuk ke Indonesia.

Ujian tengah semester di sekolah kami berakhir di tanggal 16 Maret 2020, pada saat itu berita tentang virus covid-19 di Indonesia sudah semakin serius, jumlah pasien yang dinyatakan positif sudah lebih dari 100 orang. Kemudian beberapa pemerintah daerah di Indonesia mulai membuat aturan memindahkan kegiatan pembelajaran dari sekolah menjadi di rumah atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Pada saat itu pimpinan besar pesantren kami KH. Abdullah Gymnastiar sangat memperhatikan sekali dengan permasalahan covid-19 ini. Maka pada saat itu dalam waktu yang singkat yayasan memutuskan untuk memulangkan para santri agar melakukan pembelajaran dari rumah. Ingat sekali waktu itu tanggal 16 Maret pagi, hari terakhir ujian PTS, sorenya sudah langsung bersiap-siap untuk rencana pemulangan santri keesokan paginya.

Hal ini menjadi pemikiran yang cukup serius bagi semua warga pesntren. Bagaimana tidak ? Santri-santri kami sebagian besar merupakan santri beasiswa yang berasal dari seluruh Indonesia, dimana wilayah tinggal mereka sangat beragam, ada yang tinggal di perkotaan, pedesaan, bahkan sampai di Indonesia timur yang memiliki perbedaan waktu sampai 2 jam. Tentu saja ini menjadi sumber masalah yang harus kami atasi bersama untuk bisa melaksanakan kegiatan Pembelajaran dan Kepesantrenan jarak jauh. Mungkin untuk kegiatan PJJ ini Indonesia sudah memiliki prosedur-prosedur yang lebih jelas, lalu untuk kegiatan pesantren bagaimana ? Bagaimana cara santri tetap bisa belajar tahsin, menyetor hafalan, mengisi data ibadah harian bahkan sampai melakukan kajian ilmu yang biasanya bisa dilaksakan di lingkungan pesantren. Belum lagi kemampuan siswa untuk mengakses internet yang tidak mumpuni, dari ketidakmampuan membeli kuota atau fasilitas sinyal di berbagai daerah yang tidak merata. Sudah tidak aneh jika waktunya PJJ ada saja siswa yang tidak masuk, atau ketika jadwalnya untuk setor hafalan quran malah susah untuk dihubungi.

Tapi kami segenap warga pesantren harus tetap optimis, bahwa kegiatan pembelajaran dan kepesantrenan ini dapat diberi kelancaran dengan pertolongan Allah SWT tentunya. Di awal beberapa siswa yang mengalami masalah sinyal bisa teratasi setelah menggunakan provider-provider tertentu yang memiliki jaringan yang sangat luas, yang dapat menjangkau seluruh Indonesia. Bahkan santri kami yang ada di Indonesia timur pun lancar sekali melakukan pembelajaran online dan setor hafalan melalui aplikasi video call. Begitu pun bagi para santri yang merasa berat untuk membeli kuota internet, sudah teratasi dengan adanya paket kuota hemat yang ditawarkan oleh beberapa provider. Selain itu kami pihak pesantren juga ikut membantu memberikan bantuan pembelian kuota. Hal ini tentu saja tidak akan membuat biaya internet menjadi bengkak baik bagi siswa maupun pihak sekolah/pesantren karena cocok banget nih bagi kantong para santri seperti kami.

Bahkan belum lama ini, pesantren kami mengadakan kegiatan Parade Tasmi menggunakan aplikasi video call. Hal ini tidak bisa terlaksana kalau internetnya macet. Wah kalau seperti ini, tidak hanya PJJ yang lancar, kegitan pesantren online pun juga menjadi lancar, sehingga insya Allah kegiatan pesantren kami walaupun terbatas jarak tetap bisa menjadi berkah dan amal sholeh bagi seluruh santri dan warga pesantren di rumahnya masing-masing. Jadi, pesantren online ? Siapa takut, kan Allah sudah memberikan pertolongannya, salah satunya melalui kelancaran internet, kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh lancar, setor hafalan quran juga lancar. Bahkan untuk kegiatan tahun ajaran baru ini pesantren kami juga akan terus menambah kegiatan kepesantrenan yang lebih interaktif, ada kegiatan muhadharoh sampai kegiatan keputrian secara online, yang tentu akan disambut secara antusias oleh para santri yang sudah kangen berat sama suasana di pondok. Jadi doakan kami yah teman-teman semoga dapat berjalan lancar pesantren onlinenya.

Add comment


Security code
Refresh

  • SMA ADZKIA BUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU

    ADZKIA - Sekolah Kader SMA Adzkia Daarut Tauhiid kembali membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Berbeda dengan tahun sebelumnya di mana pendaftaran PPDB di SMA Adzkia dibuka di bulan November, untuk Tahun Ajaran 2022/2023 pendaftaran sudah dapat dilakukan di bulan Oktober.

    “Alhamdulillah kita sudah membuka pendaftaran sejak Jumat, 1 Oktober 2021 kemarin. Pendaftaran tahun ajaran baru ini kita percepat agar dapat dilakukan serentak dengan pendaftaran sekolah di Direktorat Pendidikan Daarut Tauhiid Bandung. Jadi, di tanggal 1 Oktober kemarin, bukan hanya pendaftaran di Adzkia saja yang dibuka, namun juga pendaftaran sekolah-sekolah di Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil'Alamin, mulai jenjang TK/PG hingga SMA/SMK,” ujar Wakil Kepala SMA Adzkia bidang Humas, Nawang Fatma Putri, Rabu (5/10).

  • TAMBAH HAFALAN, 17 SISWA SMA ADZKIA IKUTI KARANTINA TAHFIDZ

    ADZKIA – Tujuh Belas siswa SMA Adzkia Islamic School dari kelas X hingga XII mengikuti kegiatan Karantina Tahfidz. Program yang biasanya digelar dengan mengumpulkan siswa dalam satu area khusus, serta dibatasi dalam melaksanakan kegiatan lain agar dapat fokus murojaah (mengulang hafalan) dan mencapai target hafalan ini kini diikuti oleh siswa melalui berbagai aplikasi daring yang memungkinkan seperti Video Call maupun Zoom Meeting.

    “Alhamdulillah kita sudah mulai sejak kemarin Rabu kemarin untuk pembukaan kegiatan, dan akan terus dilaksanakan hingga 20 April mendatang,” ujar Admin Bidang Kepengasuhan SMA Adzkia Islamic School, Ustazah Luthfiyah Nur Azizah, Kamis (8/4). Menurut Ustazah Luthfi, program Karantina Tahfidz ini diselenggarakan untuk menuntaskan hafalan santri SMA Adzkia. “Capaian hafalan sesuai dengan target juga merupakan salah satu syarat kelulusan bagi siswa kelas XII, dimana target hafalan setelah lulus dari SMA Adzkia untuk Tahun Ajaran 2020/2021 adalah minimal 2 Juz,” tambahnya.

    Untuk siswa yang saat ini masih duduk di bangku kelas X dan XI, setiap tahunnya ditargetkan dapat menghafal minimal 1 Juz. Perempuan kelahiran Bekasi, Jawa Barat ini juga mengungkapkan, selama ini program Karantina Tahfidz dinilai cukup efektif untuk membantu menambah hafalan siswa. Perkembangan jumlah setoran hafalan pun diutarakan Ustazah Luthfi meningkat pesat, karena bisa dikatakan, saat berada dalam masa karantina Tahfidz, siswa meluangkan waktu lebih banyak dari biasanya, agar dapat fokus menghafal.

Media Sosial

  YTube: SMA Adzkia Islamic School      IG:  @smaadzkiadt         Fb: Adzkia DT 

SMA ADZKIA ISLAMIC SCHOOL

JL.Sukamulya V no 1, Rt. 01/09 Serua indah - Ciputat, Kota Tangerang Selatan 15414 Telp. (021)74638050 hp/WA : 08111840415