TAMBAH HAFALAN, 17 SISWA SMA ADZKIA IKUTI KARANTINA TAHFIDZ

Print

ADZKIA – Tujuh Belas siswa SMA Adzkia Islamic School dari kelas X hingga XII mengikuti kegiatan Karantina Tahfidz. Program yang biasanya digelar dengan mengumpulkan siswa dalam satu area khusus, serta dibatasi dalam melaksanakan kegiatan lain agar dapat fokus murojaah (mengulang hafalan) dan mencapai target hafalan ini kini diikuti oleh siswa melalui berbagai aplikasi daring yang memungkinkan seperti Video Call maupun Zoom Meeting.

“Alhamdulillah kita sudah mulai sejak kemarin Rabu kemarin untuk pembukaan kegiatan, dan akan terus dilaksanakan hingga 20 April mendatang,” ujar Admin Bidang Kepengasuhan SMA Adzkia Islamic School, Ustazah Luthfiyah Nur Azizah, Kamis (8/4). Menurut Ustazah Luthfi, program Karantina Tahfidz ini diselenggarakan untuk menuntaskan hafalan santri SMA Adzkia. “Capaian hafalan sesuai dengan target juga merupakan salah satu syarat kelulusan bagi siswa kelas XII, dimana target hafalan setelah lulus dari SMA Adzkia untuk Tahun Ajaran 2020/2021 adalah minimal 2 Juz,” tambahnya.

Untuk siswa yang saat ini masih duduk di bangku kelas X dan XI, setiap tahunnya ditargetkan dapat menghafal minimal 1 Juz. Perempuan kelahiran Bekasi, Jawa Barat ini juga mengungkapkan, selama ini program Karantina Tahfidz dinilai cukup efektif untuk membantu menambah hafalan siswa. Perkembangan jumlah setoran hafalan pun diutarakan Ustazah Luthfi meningkat pesat, karena bisa dikatakan, saat berada dalam masa karantina Tahfidz, siswa meluangkan waktu lebih banyak dari biasanya, agar dapat fokus menghafal.

Meski begitu, Ustazah Luthfi juga menekankan jika dalam program Karantina Tahfidz ini bukan hanya jumlah hafalan meningkat saja yang diutamakan, tetapi juga pemahaman akan hukum Tajwid bacaan. “Teknisnya sendiri, peserta yang mengikuti Karantina tahfidz ditalaqi (diperbaiki bacaannya), kemudian santri tersebut setoran sesuai dengan bacaan Al-Qur’an yang telah ditalaqi,” jelas Ustazah Luthfi.

Berdasarkan data yang ada, untuk saat ini, siswa dengan jumlah hafalan terbanyak di SMA Adzkia adalah Muhibbush Shobari dari kelas XII MIPA dengan total hafalan ziadah sebanyak 16 Juz, untuk santri Ikhwan. Sementara untuk santri Akhwat ada Lisda Fernanti dan Inas Zafirah dari kelas XII IPS dengan total hafalan mutqin sebanyak 6 Juz. Dalam mensukseskan kegiatan ini, tim Kepengasuhan juga dibantu oleh Orang Tua siswa untuk memantau dan mengingatkan siswa dalam menyelesaikan proses karantina.

Baca Juga : TERAPKAN SEKOLAH KADER, SMA ADZKIA SUSUN SILABUS TAHFIDZ BARU

Wakil Kepala SMA Adzkia Bidang Kepengasuhan, Ustaz Akmal Jumara menuturkan, Program Belajar Dari Rumah (BDR) ini memang sangat membutuhkan peran serta orang tua agar dapat berjalan maksimal dalam proses pelaksanaannya. Pria yang akrab disapa Abah oleh santri SMA Adzkia ini mengungkapkan, berbeda dengan saat program sekolah luring berlangsung, di masa pandemi dan program BDR berjalan, tim Kepengasuhan tidak bisa turut andil secara langsung dalam mendampingi santri.

“Oleh karena itu kita sangat butuh peran aktif orang tua dalam mendampingi siswa, dan Alhamdulillah orang tua sangat kooperatif dan mendukung program Karantina Tahfidz ini, karena target kita melalui program ini bukan hanya sekedar menambah hafalan atau kejar kuantitas, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dalam membaca Al Qur’an,” tutup Abah Akmal. (Nawang)